<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7085352943394720033\x26blogName\x3dYoga+Ailala\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_HOSTED\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://www.yoga.web.id/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://www.yoga.web.id/\x26vt\x3d203247384878346064', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Banner

Malam Lailatul Qadar

Friday, August 26, 2011

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Lailatul Qadar itu ?

Sebelum menulis lebih dalam dan berbicara lebih luas, lebih baik menengok keterangan lebih jelas dari Al-Quran surah Al-Qadar (kemuliaan), yaitu :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Dari surah Alqadar di atas maka bisa kita ketahui apa itu Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (dalam bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ), yaitu satu malam penting yang lebih baik dari seribu bulan dengan segala kebaikannya yang penuh dengan kemuliaan.

Kapan waktu Lailatul Qadar ?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Dari sabda Nabi Muhammad saw diatas maka kita harus bersungguh-sungguh pada malam terakhir dibulan ramadhan ini.

Sebagaimana istri beliau -Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Do’a di Malam Lailatul Qadar

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »
“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (artinya ‘Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shohihah)

Tanda Malam Lailatul Qadar

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya)
Note Yoga Weblog :

Maka, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, sepuluh hari terakhir bulan Ramadan adalah saat-saat yang paling baik untuk meraih Lailatul Qadar, atau malam penentuan dan kemuliaan, yang kadarnya lebih baik dari 1.000 bulan. Mari bersama" lebih kita tingkatkan lagi nilai ibadah kita kepada Allah SWT agar lebih membekas di hati diri kita masing".

"Di saat Lailatul Qadar," sabda Nabi SAW, "Jibril dan malaikat yang lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba Allah yang beribadah di malam Lailatul Qadar." Semoga kita semua umat muslim mampu meraih dan mendapatkannya. Amin

Hikmah dari malam Lailatul Qadar? Orang yang mendapat Lailatul Qadar dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk untuk menapaki jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat petunjuk-petunjunk, kreatifitas dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik.

Labels:


Bookmark this post to del.icio.us Digg this post! Bookmark this post to Yahoo! My Web Bookmark this post to Furl feedburner yoga.web.id

Newer Posts | yoga.web.id Home | yoga.web.id Older Posts | yoga.web.id